Senin, 10 November 2008

sifat shalat Rasul

1. Bersuci

Tatacara Mengambil Wudhu

  1. Membasuh kedua telapak tangan sampaibuku pergelangan dengan membaca "Bismillaa hirrahmanirrahiim"
  1. Berkumur tiga kali,serta mengosok gigi
  1. Membersihkan lobang hidung dengan air sebanyak tiga kali.
  1. Membasuh muka tiga kali, serta niat didalam hati dan bantulah dengan ucapan :

    "Nawaitul wudluua liraf'il hadatsil ashghari fardlallillaahi ta'aalaa"

  1. Membasuh tangan kanan sampai siku tiga kali kemudian tangan kiri sebanyak tiga kali
  1. Menyapu sebagian dari kepala atau keseluruhannya yakni dari muka sampai belakang sebanyak tiga kali.
  1. Menyapu telinga kanan baik luar maupun dalam sebanyak tiga kali kemudian telinga kiri
  1. Membasuh kaki kanan sampai mata kaki tiga kali kemudian kaki kiri.

Setelah selesai berwudlu' kita disunnatkan membaca do'a yang berbunyi sebagai berikut :

"Asshadu allaa ilaaha illallaahu wachdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muchammadan 'abduhuu warasuuluh. Allahummaj'alnii minattawwaabiina waj'alni min "

Artinya :"Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang esa, tidak ada sekutu bagiNya. Dan saya bersaksi bahwa Muhamad adalah hamba dan pesuruhNya. Wahai Allah jadikanlah saya termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah saya termasuk orang-orang yang suci" serta jadikanlah saya termasuk golongan hamba-hambaMu yang shalih"



2. Persiapan Shalat


1. Menghadap kiblat (kiblat kaum muslimin adalah Ka'bah)
Rasulullah bersabda : "Jika Engkau hendak shalat maka sempurnakanlah
wudhu' kemudian menghadaplah ke kiblat lalu bertakbirlah"
(HR.Bukhari-Muslim)

2. Berdiri
" Periharalah shalat-shalatmu dan shalat wustha (ashar). Berdirilah karena Allah
(dalm shalatmu) dengan khusyk."(Al-Baqarah:238)
" Diperbolehkan shalat dengan du2k jika sakit atau kesulitan berdiri."
(HR. Bukhari, Abu dawud, Ahmad)
" Pahala orang yang duduk, separuh dari shalat orang yang berdiri."
(HR. Bukhari, Abu dawud, Ahmad)
" Diperbolehkan juga shlat sambil duduk di atas perahu."
(HR.Al Bazzar, Daruquthni)
" Jka imam shalt dengan duduk karena sakit maka makmun wajib shalat
dengan duduk walaupun mereka bisa berdiri."
(HR.Bukhari-Muslim)

3. MEnghadap Sutrah (Pembatas)
" Janganlah kalian shalat kecuali dengan menghadap sutrah."
(HR.Ibnu Khuzaimah dengan sanad Jayyid)
- Sutrah dapat berupa tiang, dinding, punggung orang, tas, atau apapun
yang mempunyai tinggi minimal satu hasta (Al-Majid fi al-Islam:78)

4. Niat

" sesungguhnya seluruh amal itu tergantung niatnya." (HR.Bukhari_muslim)
- Niat tempatnya dalam hati, adapun penguapan Ushalli fardhal..dst maka
tidak ada ayat atau hadits yang menerangkan tentang hal ini dan termasuk
bid'ah yang sesat dalam agama


3. Gerakan Dalam Shalat


1. Takbiratul Ihram;Yaitu takbir yang pertama kali
diucapkan oleh orang yang mengerjakan shalat sebagai
tanda mulai mengerjakan shalat dengan lafazh (ucapan):
."Allaahu Akbar" Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah
shallallaahu alaihi wasallam :

"Kunci shalat itu adalah bersuci, pembatas antara
per-buatan yang boleh dan tidaknya dilakukan waktu
shalat adalah takbir, dan pembebas dari keterikatan
shalat adalah salam." (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan
lainnya, hadits shahih )


2. Berdiri bagi yang sanggup. berdasarkan firman Allah
Subhanahu wa Ta'ala:"Peliharalah segala shalat(mu) dan (peliharalah)
shalat wustha (Ashar). Berdirilah karena Allah (dalam
shalat-mu) dengan khusyu'." (Al-Baqarah: 238)

Dan berdasarkan Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi
wasallam kepada Imran bin Hushain:

"Shalatlah kamu dengan berdiri, apabila tidak mampu
maka dengan duduk, dan jika tidak mampu juga maka
shalatlah dengan berbaring ke samping." (HR.
Al-Bukhari)


3. Membaca surat Al-Fatihah wajib pada setiap rakaat
shalat fardhu dan shalat sunnah; Hal ini berdasarkan
sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

"Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca surat
Al-Fatihah." (HR. Al-Bukhari)


4. Ruku' dengan thuma'ninah; bagi orang yang shalat
dengan berdiri minimal adalah menunduk kira-kira dua
telapak tangannya sampai kelutut dan yang sempurna
yaitu betul-betul menunduk sampai datar/lurus antara
tulang punggung dengan lehernya (90 derajat) serta
meletakan dua telapak tangan kelutut. Ruku' ini
berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

"Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu,
sujud-lah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah
kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan." (Al-Hajj:
77)

Juga berdasarkan sabda Nabi shallallaahu alaihi
wasallam kepada seseorang yang tidak benar shalatnya:

" ... kemudian ruku'lah kamu sampai kamu tuma'ninah/
tenang dalam keadaan ruku'." (HR. Al-Bukhari dan
Muslim)


5. I'tidal dengan thuma'ninah ; artinya berdiri lurus
seperti pada waktu membaca Fatihah.Hal ini berdasarkan
sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam terhadap
seseorang yang salah dalam shalat-nya:

" ... kemudian bangkitlah (dari ruku') sampai kamu
tegak lurus berdiri." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


6. Sujud dua kali dengan thuma'ninah; Hal ini
berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang
telah disebutkan di atas tadi. Juga berdasarkan sabda
Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

"Kemudian sujudlah kamu sampai kamu tuma'ninah dalam
sujud." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


7. Duduk di antara dua sujud dengan thuma'ninah ; Hal
ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi
wasallam:
"Allah tidak akan melihat kepada shalat seseorang yang
tidak menegakkan tulang punggungnya di antara ruku'
dan sujudnya." (HR. Ahmad, dengan isnad shahih)



8. Duduk dengan tumaninah serta Membaca tasyahhud
akhir dan shawalat nabi ; Ada-pun tasyahhud akhir itu,
maka berdasarkan perkataan Ibnu Mas'ud radhiyallahu
anhu yang bunyinya:

"Dahulu kami membaca di dalam shalat sebelum
diwajibkan membaca tasyahhud adalah:
'Kesejahteraan atas Allah, kesejahteraan atas malaikat
Jibril dan Mikail.'

Maka bersabdalah Rasulullah shallallaahu alaihi
wasallam:

'Janganlah kamu membaca itu, karena sesungguhnya Allah
Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia itu sendiri adalah
Maha Sejahtera, tetapi hendaklah kamu membaca:

"Segala penghormatan, shalawat dan kalimat yang baik
bagi Allah. Semoga kesejahteraan, rahmat dan berkah
Allah dianugerahkan kepadamu wahai Nabi. Semoga
kesejahteraan dianugerahkan kepada kita dan
hamba-hamba yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada
sesembahan yang hak melainkan Allah dan aku bersaksi
bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya." (HR.
An-Nasai, Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi dengan sanad
shahih)
Dan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

"Apabila salah seorang di antara kamu duduk
(tasyah-hud), hendaklah dia mengucapkan: 'Segala
penghormatan, shalawat dan kalimat-kalimat yang baik
bagi Allah'." (HR. Abu Daud, An-Nasai dan yang
lainnya, hadits ini shahih dan diriwayatkan pula dalam
dalam "Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim")
Adapun duduk untuk tasyahhud itu termasuk rukun juga
karena tasyahhud akhir itu termasuk rukun



9. Membaca salam; Hal ini berdasarkan sabda
Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

"Pembuka shalat itu adalah bersuci, pembatas antara
perbuatan yang boleh dan tidaknya dilakukan waktu
shalat adalah takbir, dan pembebas dari keterikatan
shalat adalah salam." (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan
lainnya, hadits shahih )


10. Tertib (Melakukan rukun-rukun shalat secara
ber-urutan) Oleh karena itu janganlah seseorang
membaca surat Al-Fatihah sebelum takbiratul ihram dan
jangan-lah ia sujud sebelum ruku'. Hal ini berdasarkan
sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam :
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku
shalat." (HR. Al-Bukhari)

Maka apabila seseorang menyalahi urutan rukun shalat
sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Rasulullah
shallallaahu alaihi wasallam, seperti mendahulukan
yang semestinya diakhirkan atau sebaliknya, maka
batallah shalatnya.